Pramoedya Ananta Toer, menyebut nama itu, aku terkagum bukan kepalang. tak pernah sekalipun aku bertemu dengannya, atau bahkan hanya sekedar berpapasan. Namun kekaguman dicipta bukan hanya disebabkan oleh pertemuan fisik. Ternyata kekaguman hadir dikala karya menyentuh rasa. Melalui karyanya (Pram), aku mampu tak tersadarkan hingga merasuk kedalam kehidupan kolonial. Yang aku rasakan bukan lagi aku sedang membaca, Namun seolah aku sedang hidup menjadi sosok yang ia ceritakan. Beragam novel pernah aku baca, karya Pram yang masih aku anggap yang terhebat dari segala karya hebat.
Comments
Post a Comment