Posts

Showing posts with the label Kasus Politik

“Rezim ORBA yang Tak Sekedar Membunuh Nyawa”

 “Rezim ORBA yang Tak Sekedar Membunuh Nyawa”* (Analisa Kekuasaan Zaman Suharto Melalui Pendekatan Ototarian Birokratik Dalam Studi Kasus Pembakuan Ejaan Bahasa Indonesia Tahun 1972) Pendahuluan Berdiskusi mengenai orde baru mungkin akan membutuhkan waktu yang cukup lama berjam-jam bahkan berhari-hari, harus menghabiskan kopi bergelas-gelas atau bahkan rokok berbatang-batang (bagi yang merokok). Diskusi mengenai orde baru saat ini tidak hanya dilakukan dikelas-kelas, seminar-seminar dan aktivitas akademika lainya, melainkan sudah dibincangkan di warung kopi hingga gubuk-gubuk petani. Orde baru memang hari ini akan sangat menarik diperbincangkan, mungkin semua orang butuh romantisme sejarah masa lalu yang dirasa lebih enak daripada hidup dijaman bebas kebablasan ini.

Masa Depan Demokrasi di Indonesia

(Meneropong Efektifitas Demokrasi di Indonesia) Sehubungan dengan semakin gemparnya wacana demokratisasi  di Indonesia yang diaktualisasikan dalam bentuk Pemilu, maka kami melakukaan telaah dalam tulisan ini sebagai perwujudan atas refleksi penyelenggaraan demokrasi di Indonesia. Efektifitas menjadi salah satu kata kunci yang akan dijadikan tolak ukur keberhasilan demokrasi di Indonesia. Sebagaimana telah diketahui bersama demokrasi di Indonesia mulai ditabuh genderangnya secara serentak pasca orde baru. Problematika dalam demokrasi yang bersifat paradoksal membuat demokrasi di Indonesia tak mampu berjalan pada lajur yang seharusnya dijalani, begitu pula dengan penghadiran demokrasi yang bersifat prosedural juga turut ditengarai sebagai penyebab dari hadirnya penyakit penyakit sosial baru dalam masyarakat Indonesia. Salah satu wujud dari demokratisasi di Indonesia kini telah menghasilkan ketetapan berupa pemilihan umum secara langsung yang menentukan pemimpin dipusat hingga...

Hari Anti, Korupsi ?*

Image
(Memperingati Hari Anti Korupsi) Persoalan bangsa terbesar saat ini adalah kejahatan korupsi – Kompas, 27 November 2013 Hari anti korupsi yang jatuh setiap tanggal 9 Desember nampaknya kini hanya menjadi ajang selebrasi belaka, hal ini tercermin dari bagaimana semakin maraknya aksi refleksi hingga aksi yang berujung anarkis yang terjadi dihari ini. Ini merupakan bentuk kemarahan dan keprihatinan oleh semakin maraknya tindak perilaku korupsi yang menggelegar diseantero negri. Seperti di Makassar aksi hari anti korupsi diperingati oleh para mahasiswa dengan melakukan aksi yang berujung bentrok oleh aparat sampai waktu malam. Begitu pula di Malang, aksi yang dilakukan oleh PMII sebagai barometer gerakan mahasiswa di Kota Malang melakukan aksi long march dari stadion gajayana sampai balai kota malang. Namun, semaraknya aksi yang dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat ini tidaklah dibarengi dengan semakin berkurangnya tindak korupsi di Indonesia. Semarak hari anti korupsi di ...

“Semangat Kemerdekaan Menuju Pesta Demokrasi Jatim”

Image
“Semangat Kemerdekaan Menuju Pesta Demokrasi Jatim” * oleh: Muhammad Luthfil Hakim (Peneliti di DPP HIMAP Universitas Brawijaya) “Demokrasi telah disesaki oleh jargon yang terkuras maknanya. Kemiskinan dan bencana menjadi komoditas politik. Janji-janji ideal dikalahkan oleh lobi para cukong” –Donny Gahral Memasuki bulan Agustus tahun ini Jawa Timur akan dihadapkan pada beberapa agenda besar, diantaranya adalah Hari Raya idul Fitri yang diperkirakan jatuh pada tanggal 9, dan agenda 17 Agustus hari kemerdekaan Indonesia lalu akan ditutup pesta demokrasi pemilihan Gubenur dipenghujung bulan. menghadapi tiga agenda tersebut tentunya masyarakat Jawa Timur harus mulai bersiap-siap atas segala kemungkinan yang akan terjadi, sebut saja kemungkinan harga barang pokok yang mulai naik hingga pada kemungkinan aksi bentrok di pesta demokrasi nanti. Tentunya kita tidak mengharapkan hal itu terjadi tapi alangkah baiknya jika sejak dini kita sudah was-was akan kemungkinan buruk yang terja...

Kapitalisme dan Alienasi (Sistem Informasi Akademik Universitas Brawijaya dalam Perspektif Marxis)

oleh: M. Luthfil Hakim Kapitalisme dan Alienasi (Sistem Informasi Akademik Universitas Brawijaya dalam Perspektif Marxis) Sistem Informasi Akademik Universitas Brawijaya (SIAM UB), menjadi sebuah perbincangan menarik untuk ditelisik lebih jauh pasca polemik yang terjadi pada saat penyusunan Kartu Rencana Studi (KRS) dimasa transisi semester bulan januari kemarin,  letak permasalahan yang nampak dipermukaan dan panas diperbincangkan adalah mengenai error -nya sistem akademik berbasis internet ini ketika pekan penyusunan KRS berlangsung, namun jika ditelaah lebih mendalam mengenai kebijakan kampus dalam penerapan sistem akademika ini memiliki beberapa kejanggalan yang dampaknya terlepas dari wacana yang selama ini ada terkait tentang permasalahan ini, dimana unsur-unsur kapitalisme yang menimbulkan sebuah alienasi telah menjadi penyusup yang turut serta hadir dalam berjalanya sistem ini. Dalam mekanisme daftar ulang Mahasiswa Universitas Brawijaya, mahasiswa diwajibkan untu...

FIGUR VERSUS PARPOL DALAM PEMILUKADA JAKARTA

Image
“FIGUR VERSUS PARPOL DALAM PEMILUKADA JAKARTA” I.          Pengantar Seiring dengan berakhirnya pemilukada Jakarta yang sempat gempar ditelinga masyarakat, sayapun tertarik untuk mengulas mengenai pertarungan unik yang terjadi dalam pemilukada tersebut, dimana kubu Joko Widodo dan Ahok yang melawan Fauzi Bowo dan Nara mampu menang tanpa diusung oleh mayoritas parpol, pasangan Jokohok hanya didukung oleh dua Parpol yaitu PDI-P dan Gerindra diputaran kedua mampu memperoleh suara sebanyak 53%. sedangkan pasangan Foke-Nara yang diusung oleh mayoritas parpol justru kalah dengan suara sebanyak 47%, meskipun dengan selisih yang tipis didua putaran yang berlangsung. Kemenangan yang diperoleh oleh Jokohok sangat dramatis dengan hanya mengandalkan sosok figur yang merakyat Jokohok mampu menebas suara parpol mayoritas yang seharusnya mampu bisa menang mudah melawan dua parpol yang justru di pemilu 2009 tidak menempati urutan pertama. Perubahan b...

Kebebasan Masyarakat Dalam Berpartisipasi Politik Di Indonesia

Image
Kebebasan Masyarakat Dalam Berpartisipasi Politik Di Indonesia Berbicara negara jelas tak akan lepas dengan yang namanya masyarakat. Masyarakat merupakan salah satu faktor penting yang harus ada dalam sebuah negara, masyarakat pulalah yang menentukan sebuah kemakmuran dari sebuah negara, ketika masyarakat sebuah negara banyak yang jatuh miskin maka jangan harap negara tersebut akan makmur dan sejahtera, karena akan banyak konflik yang terjadi dalam sebuah negara tersebut, namun sebaliknya jika sebuah negara memiliki masyarakat dengan perekonomian yang tinggi dan pendidikan yang tinggi pula maka negara tersebut akan bisa dikatakan makmur. Indonesia merupakan salah satu negara yang bisa diklasifikasikan sebagai negara yang jauh dari kata makmur ataupun sejahtera, sebut saja predikat penghargaan sebagai negara gagal dengan posisi ke-63 sedunia pada tahun 2012 menurut lembaga analisis negara gagal internasional. [1] Hal itu tentunya sangat ironis sekali melihat sumber daya alam Indone...

Kenaikan BBM Bikin Rakyat Sengsara Pemerintah Dilema

UVI-BBM (Bahan Bakar Minyak) semua orang di dunia ini pasti tahu betapa pentingnya BBM bagi kehidupan sehari-hari, bayangkan kita bepergian ke sekolah/kampus pasti butuh bensin premium, memasak yang butuh minyak gas, para nelayan yang butuh solar untuk menghidupkan mesinya agar bisa melaut, dan hampir segala aktivitas kehiupan sehari-hari umat manusia tak lepas dari peran penting unsur-unsur BBM untuk melancarkan keberlangsungan hajatan hidup umat manusia.  Minyak sebagai bahan bakar yang diperlukan memang saat ini keberadaanya sudah mulai menipis, seiring dengan mulai tuanya usia bumi dan seiring juga penggerogotan habis-habisan yang dilakukan umat manusia membuat keberadaan minyak bumi didunia ini semakin langka dan sangat sulit didapatkan, sehingga tak salah jika akhir-akhir ini dunia dikejutkan oleh kenaikan harga minyak global yang memang akibat dari hanya satu permasalahan yaitu makin langkanya minyak bumi. Ketika harga minyak dunia mulai naik jelas semua negara akan menjer...

DPR Gresik Minta Mobdin Lagi!!

Yang 42 Unit Saja Belum Terselesaikan.. GRESIK . Tidak berlebihan jika DPRD Gresik disebut kemaruk. Belum juga mobil dinas yang mereka ajukan untuk setiap anggota terealisasikan, mereka sudah mengajukan anggaran untuk mobdin lagi. Keinginan anggota dewan yang sudah kenyang fasilitas itu terungkap dalam pembahasan PAK(perubahan anggaran keuangan) APBD 2011 oleh badan anggaran bersama tim anggaran di Malang akhir pekan lalu. Salah seorang sumber mengungkapkan, tambahan mobdin itu ditunjukan kepada anggota yang belum kebagian jatah kendaraan. Sebelumnya, pada APBD 2011 yang sudah digedok, pengadaan mobdin dewan diberi plafin Rp 170-an juta per unit. Angka itu menggunakan asumsi bahwa yang dibeli adalah mobil Nissan Grand Livina. Karena dewan minta ganti dengan Terios anggaran tersebut tidak cukup sebab berdasarkan standar LKPP (Lembaga Kebijakan  Pengadaan Barang) yang telah diterima tim pengadaan barang, harga Terios tipe TX 192,5 juta. Dalam pembahasan itu penambahan plavon...

Kinerja DPR 2011

DPR mulai cari alasan atau dalil untuk mengantisipasi sorotan publik atas kinerjanya  dalam soal legislasi yang menjadi tugas pokoknya. Hal itu setidaknya bisa ditangkap dari apa yang dinyatakan Teguh Juwarno Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional DPR RI (antara,4/8/11), yang pada intinya menurut  Teguh target program legislasi nasional (prolegnas) DPR RI masa persidangan 2011 sebanyak 70 RUU sangat tinggi segingga sulit dicapat. Alasan yang dikemukakan Teguh Juwarno itu bisa dikatakan tidak logis karena DPR sendiri yang menetapkan bersama dengan pemerintah sebagaimana yang dituangkan dalam Proglegnas  2010-2014. Lalu mengapa sekarang dikatakan sebagai suatu target yang sangat sulit dicapai ? Jika kita surut kebeberapa tahun belakangan, maka ada sebenarnya yang kurang dari kenerja DPR periode 2009-2014, terkait perhatiannya dan pengelolaan fungsi legislasi sebagai tugas pokoknya. Dalam catatan kita, pada periode 2010 DPR hanya menyelesaikan 13 buah RUU menjadi UU dari...

Bila SBY jatuh

  ADHIE M MASSARDI BILA Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) jatuh di kamar mandi di rumahnya di Cikeas, dan kepalanya membentur lantai, lalu harus mendapat perawatan medis, bagaimana pers memberitakannya? Bisa dipastikan, judul beritanya kurang lebih begini: "Presiden Jatuh di Kamar Mandi…" Pers nasional maupun internasional mustahil membuat berita dengan judul "Suami Ibu Ani Yudhoyono Jatuh" atau "Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Jatuh di Kamar Mandi" apalagi "Ayah Ibas Jatuh di Kamar Mandi" atau "Pencipta Lagu Ku Yakin Sampai di Sana Jatuh…!" Presiden, sebagaimana wapres, menteri dan jabatan publik lainnya, melekat pada sosok si pejabat. Memang tidak mudah memisahkan jabatan publik, apalagi ketika yang bersangkutan berada di hadapan publik. Itulah sebabnya di negara-negara modern ada fatsoen, ada hukum etika tak tertulis, yang mengharuskan orang yang menduduki jabatan publik untuk melepaskan jabatan atau posisi di tempat ...

Misteri Meninggalnya Bu Tien

Isu tak sedap menyeruak beberapa hari setelah meninggalnya Tien Soeharto. Beredar kabar, Ibu Negara itu meninggal akibat terkena peluru nyasar dari keributan yang antara Bambang Trihatmodjo dan Hutomo Mandala Putra. "Itu adalah rumor yang sangat kejam dan tidak benar sama sekali. Saya saksi hidup yang menyaksikan Ibu Tien terkena serangan jantung mendadak," tutur bekas ajudan Soeharto, Jenderal (Purn) Sutanto dalam buku 'Pak Harto The Untold Stories'. Buku itu diluncurkan Rabu kemarin, 8 Juni 2011 di Jakarta, memperingati ulang tahun Presdien Indonesia yang kedua itu. Ibu Tien  Soeharto meninggal pada tanggal 28 April 1996 pukul 05.10 di RSPAD Gatoto Subroto. Dan kabar yang beredar saat itu adalah bahwa dua anak Soeharto Bambang dan Tommy sempat berebut proyek mobil nasional. Mereka berkelahi dan sempat terjadi baku tembak. Salah satu tembakan diisukan mengenai Ibu Tien. Sutanto yang kemudian menjadi Kapolri dan kini menjabat Kepala Bin itu menceritakan bahwa se...

Indonesia Negara Terkorup Dunia

Setelah hasil survey yang dilakukan oleh badan independen berikut merupakan daftar  negara negara terkorup di dunia: 1. Azerbaijan 2. Bangladesh 3. Bolivia 4. Kamerun 5. Indonesia 6. Irak 7. Kenya 8. Nigeria 9. Pakistan 10. Rusia Indonesia kayaknya masih tetap menjadi penghuni 5 besar sampai suatu hari nanti. Jika memang dinegri ini masih belum banyak perubahan.

DPRD Gresik Minta Mobil Dinas Toyota Rush

Gresik-Keinginan anggota DPRD Gresik, Jawa Timur, untuk menikmati mobil dinas semakin tidak terbendung. Anggota DPRD Gresik bahkan dinilai "semakin haus" untuk segera punya mobil dinas baru. Namun pengadaan mobil dinas merek Nissan Grand Livina untuk 46 anggota Dewan belum jelas prosesnya, karena terganjal rekomendasi standar harga dari Lembaga Kebijakan Pengadaan barang/jasa pemerintah. Kini, mereka malah meminta ganti merek Toyota Rush. Padahal dalam APBD 2011 pengadaan mobil dinas dianggarkan Rp 7,475 miliar untuk 46 anggota dewan dengan harga Rp 162,5 juta per unit. Saat ini dengan harga Toyota Rush kisaran Rp 210 juta per unit, anggaran pengadaan mobil dinas membengkak menjadi  Rp 9,6 miliar. "Ini namanya ngelunjak, anggota Dewan semakin tidak tahu diri dan melukai hati rakyat. Sebelumnya minta Toyota Avanza atau Innova lalu minta ganti Grand Livina. Sekarang ganti lagi Toyota Rush. Mereka tidak punya kepekaan terhadap situasi kondisi masyarakat yang masih...

Kasus Bank Century

Gelombang protes atas skandal Bank Century kian marak dan mulai menyudutkan Menteri Keuangan Sri Mulyani maupun mantan Gubernur Bank Indonesia yang kini terpilih sebagai wakil presiden, Boediono. Diprediksi gerakan massa ini akan terus berlangsung sampai pasca Lebaran mendatang. Ke mana kira-kira dampak politiknya? Para pengamat politik melihat, serangkaian unjuk rasa mahasiswa dan aksi massa itu menunjukkan bahwa skandal Bank Century menjadi keprihatinan yang mendalam bagi publik. Aksi massa itu umumnya mengharapkan respon Presiden SBY agar bertindak adil, tegas, dan memihak kepentingan rakyat. Bagaimanapun, ketidakprofesionalan Sri Mulyani (KSSK) dan Boediono (BI) menjadi sasaran aksi demo itu. Karenanya, kata praktisi hukum Tisnaya Kartakusuma, sulit rasanya bila Presiden SBY terus berdiam diri, sebab ia juga terkena dampak politiknya. Para demonstran menginginkan Presiden tak bersikap ambivalen, apalagi ragu-ragu dalam mendorong penegak hukum untuk bertindak tegas. Advokad ya...