Posts

Showing posts with the label Opini

Perjalanan Pelayanan Publik di Daerah Pemekaran Provinsi Papua Barat

“ Perjalanan Pelayanan Publik di Daerah Pemekaran Provinsi Papua Barat” (Muhammad Luthfil Hakim, Mei 2014) 1.1 Latar Belakang             Pemekaran daerah merupakan sebuah perwujudan atas kebijakan otonomi daerah di Indonesia yang bertujuan pada pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.Hal ini menjadi sebuah inisiatif dari orde reformasi, karena sepanjang rezim orde baru berkuasa pembangunan cenderung terpusat.Pembangunan terpusat menjadi sebuah masalah besar ketika kebijakan mengenai kesejateraan masyarakat hanya dirasakan oleh sebagian penduduk saja, utamanya Jawa dan Bali.Hasilnya, penduduk yang bermukim di daerah luar Jawa dan Bali sebagaian besar belum mendapatkan dampak positif dari pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah. Salah satunya adalah Papua Barat, berada di wilayah timur Indonesia, Papua Barat yang memiliki alam eksotis masih sangat tertinggal dibandingkan wilayah-wilayah disekitar Jawa dan...

“Analisa Terhadap Rencana Penyelenggaraan Pemilu Serentak dari Perspektif Politik”

“Wacana Pemilu Serentak 2019” (oleh: M Luthfil Hakim) Pengantar Dewasa ini, Mahkamah Konstitusi (MK) telah membuat keputusan baru perihal pemilu serentak (23 Januari 2014). Dalam putusannya tersebut, MK mengabulkan permohonan dari pemohon yang meninjau adanya beberapa pasal dalam undang-undang (UU) yang inskonstitusional dengan Undang-Undang Dasar (UUD). Alhasil, MK memberikan sebuah keputusan berupa penyelenggaraan pemilihan umum secara serentak pada tahun 2019 dan pemilu selanjutunya. [1] Keputusan ini membawa banyak perdebatan publik, dikarenakan banyak publik yang menjustifikasi keputusan tersebut, dan di satu sisi banyak pula publik yang kontra dengan putusan MK tersebut. Maka dari itu, dibutuhkan sebuah analisis kritis yang mampu menganalisa keputusan MK tersebut dari sudut pandang politik. Sudut pandang politik dirasa sebagai pisau analisa yang tepat oleh karena dalam perdebatan ini pemilu merupakan sebuah agenda yang syarat dengan nilai-nilai politis.

Filsafat dan Sebuah Perjalanan

Image
Mengerti filsafat membutuhkan banyak waktu. Waktu untuk berfilsafat adalah waktu untuk membingkai sebuah perjalanan dalam kehidupan. Sehingga untuk mengetahui akan makna sebuah perjalanan kehidupan, manusia dituntut untuk berfilsafat sepanjang hidupnya.Meskipun beberapa orang mati gara-gara filsafat. Beberapa diantaranya adalah Copernicus, Galileo, Hypatia, Tan Malaka dan Socrates.

Romantika Sosial Media

Image
Dahulu orang ingin berbicara dengan orang yang berada di lain tempat merupakan suatu hal yang dianggap konyol. Lalu terciptalah Alexander Graham Bell sebelum telepon tercipta. Dan Alxander Graham Bell yang menciptakan Telepon.

Nilai Akademik dan Nilai

Terhitung sejak 24 jam yang lalu, akumulasi berupa poin sebagai evaluasi persemester mahasiswa di umumkan. Akumulasi yang berupa poin atau yang biasa disebut Index Prestasi tersebut diumumkan secara online di Sistem Informasi Akademik Mahasiswa (SIAM).

Mencari Sosok Gus Dur di 2014

Perdamaian tanpa keadilan adalah Ilusi –Gus Dur             Sosok Presiden penuh kontroversi KH Abdurrahman Wahid atau yang senantiasa akrab dipanggil Gus Dur keberadaanya telah tiada di dunia, namun pemikirannya seolah masih semerbak mengharum hingga kini. Hal tersebut tecermin dari realita kebangsaan yang saat ini berlangsung di Negara Indonesia. disahkannya Konghucu sebagai agama keenam misalnya, menjadi salah satu buah pemikiran Gus Dur pada saat beliau menjabat menjadi Presiden RI. Meski dikenal dengan sosok yang kontroversial disaat menjabat, kini nama Gus Dur seolah kembali dirindukan keberadaanya oleh banyak masyarakat. Itu membuktikan bahwa apa yang beliau lakukan telah mampu bermanfaat bagi masyarakat banyak, tidak hanya bermanfaat bagi segelintir kelompok.

Interaksi Masyarakat Multikultur dalam Bentuk Asimilasi

Seperti dalam sebuah pepatah negara kita Indonesia tak ubahnya seperti sebuah replika surga yang dihadirkan didunia oleh Tuhan, bagaimana tidak dalam bentangan negara kita terbentanglah ribuan gugusan pulau-pulau yang menghiasi hempasan laut biru. Kondisi geografis dan dengan adanya pengalaman historitas dalam kearifan lokal negara kita membuat negara kita kaya akan ragam budaya, kondisi ini membuat kehidupan keseharian penduduk Indonesia selalu dihadapkan dengan bagaimana sebuah sikap tenggang rasa dan kerukunan menjadi sebuah sikap yang paling fundamental bagi masyarakat Indonesia. Ibarat dalam sebuah taman bunga, negara kita adalah taman dan masyarakat kita adalah sekumpulan bunga-bunga yang menghiasi taman, mereka tidak akan saling membunuh ataupun merusak melainkan selalu menghadirkan simbiosis yang akhirnya nanti membuat setiap bunga mampu memancarkan keharumanya.

Selamat Datang Tahun Politik 2014

Pergantian tahun tidaklah hanya sebatas menyiratkan kegembiraan pesta pora. Pergantian tahun setidaknya juga menyiratkan tentang lembaran lembaran baru bagi setiap individu manusia ataupun institusi. Pemerintah Negara, adalah salah satunya. Sebagai salah satu instrumen penting dalam penyelenggaraan negara, pemerintah diwajibkan untuk merancang setidaknya lembaran garis besar akan program yang berorientasi kebijakan pertahunnya. Pada dasarnya tidak ada masalah yang signifikan terkait tentag penyusunan lembaran garis besar tersebut, namun yang diperhatikan adalah tahun ini merupakan tahun 2014, sebuah tahun dimana dinamika politik akan bergerak seperti derasnya ombak dilaut. 2014 menghadirkan pesta demokrasi dipertengahan tubuhnya. hal ini membuat 2014 dipastikan menjadi tahun politik, dikarenakan sepnjang tahun kita akan melihat arus politik itu mengehegomoni dalam setiap ruang-ruang publik. Kuatnya dinamika politik 2014 haruslah kiranya berorientasi pada suatu titik yang namanya p...

Mencerdaskan Ospek

Image
Mencerdaskan ‘Ospek’* Cinta tidak pernah meminta, ia sentiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam. Dimana ada cinta disitu ada kehidupan; manakala kebencian membawa kepada kemusnahan –Mahatma Gandhi Pengenalan Kehidupan Kampus (PKK) atau istilah trend nya kita kenal dengan ‘ospek’ telah menelan banyak korban. Seperti diawal bulan ini misalnya, telah dengar kembali seorang korban meninggal dikarenakan ospek yang digelar disalah satu jurusan di Universitas ternama di Kota M. Salah seorang korban ini bukanlah satu-satunya korban yang meninggal diakibatkan ‘ospek’, di negri ini masa orientasi serupa telah menelan banyak korban, nyaris tiap tahun ada saja salah seorang mahasiswa meninggal diakibatkan oleh ‘ospek’. Kasus seperti ini juga akan mengembalikan ingatan kita pada kurun waktu 1993-2011, yang mana telah meninggal sebanyak 45 praja disebuah instansi pendidikan plat merah.        ...

“Rezim ORBA yang Tak Sekedar Membunuh Nyawa”

 “Rezim ORBA yang Tak Sekedar Membunuh Nyawa”* (Analisa Kekuasaan Zaman Suharto Melalui Pendekatan Ototarian Birokratik Dalam Studi Kasus Pembakuan Ejaan Bahasa Indonesia Tahun 1972) Pendahuluan Berdiskusi mengenai orde baru mungkin akan membutuhkan waktu yang cukup lama berjam-jam bahkan berhari-hari, harus menghabiskan kopi bergelas-gelas atau bahkan rokok berbatang-batang (bagi yang merokok). Diskusi mengenai orde baru saat ini tidak hanya dilakukan dikelas-kelas, seminar-seminar dan aktivitas akademika lainya, melainkan sudah dibincangkan di warung kopi hingga gubuk-gubuk petani. Orde baru memang hari ini akan sangat menarik diperbincangkan, mungkin semua orang butuh romantisme sejarah masa lalu yang dirasa lebih enak daripada hidup dijaman bebas kebablasan ini.

Masa Depan Demokrasi di Indonesia

(Meneropong Efektifitas Demokrasi di Indonesia) Sehubungan dengan semakin gemparnya wacana demokratisasi  di Indonesia yang diaktualisasikan dalam bentuk Pemilu, maka kami melakukaan telaah dalam tulisan ini sebagai perwujudan atas refleksi penyelenggaraan demokrasi di Indonesia. Efektifitas menjadi salah satu kata kunci yang akan dijadikan tolak ukur keberhasilan demokrasi di Indonesia. Sebagaimana telah diketahui bersama demokrasi di Indonesia mulai ditabuh genderangnya secara serentak pasca orde baru. Problematika dalam demokrasi yang bersifat paradoksal membuat demokrasi di Indonesia tak mampu berjalan pada lajur yang seharusnya dijalani, begitu pula dengan penghadiran demokrasi yang bersifat prosedural juga turut ditengarai sebagai penyebab dari hadirnya penyakit penyakit sosial baru dalam masyarakat Indonesia. Salah satu wujud dari demokratisasi di Indonesia kini telah menghasilkan ketetapan berupa pemilihan umum secara langsung yang menentukan pemimpin dipusat hingga...

Hari Anti, Korupsi ?*

Image
(Memperingati Hari Anti Korupsi) Persoalan bangsa terbesar saat ini adalah kejahatan korupsi – Kompas, 27 November 2013 Hari anti korupsi yang jatuh setiap tanggal 9 Desember nampaknya kini hanya menjadi ajang selebrasi belaka, hal ini tercermin dari bagaimana semakin maraknya aksi refleksi hingga aksi yang berujung anarkis yang terjadi dihari ini. Ini merupakan bentuk kemarahan dan keprihatinan oleh semakin maraknya tindak perilaku korupsi yang menggelegar diseantero negri. Seperti di Makassar aksi hari anti korupsi diperingati oleh para mahasiswa dengan melakukan aksi yang berujung bentrok oleh aparat sampai waktu malam. Begitu pula di Malang, aksi yang dilakukan oleh PMII sebagai barometer gerakan mahasiswa di Kota Malang melakukan aksi long march dari stadion gajayana sampai balai kota malang. Namun, semaraknya aksi yang dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat ini tidaklah dibarengi dengan semakin berkurangnya tindak korupsi di Indonesia. Semarak hari anti korupsi di ...