PMII Malang Gelar Aksi Tolak BBM Naik

UVI- kamis, 22 maret. Masa yang mengatasnamakan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia yang terdiri dari empat komisariat yaitu komisariat brawijaya, unisma, budi utomo, uin, dan unmer, melakukan aksi di depan gedung DPRD kota malang pada kamis siang kemarin. Para sahabat dan sahabati ini memulai aksinya dengan longmarch dari stadion gajayana hingga ke kantor DPRD kota Malang, dalam perjalanan massa aksi selalu memekikkan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan sesekali meneriakan keras yel-yel yang menuntut agar Bapak Presiden SBY turun dari jabatanya.

Ketika sampai di depan gedung DPRD para masa PMII langsung berorasi dengan lantangnya sehingga membuat para anggota DPRD beserta jajaranya terpaksa keluar untuk memenuhi panggilan masa yang berorasi, beberapa jajaran pimpinan DPRD keluar dengan gayanya dan memberikan sedikit klarifikasi terkait tuntutan para sahabat-sahabati yang pada siang itu membuat beberapa tuntutan diantaranya tolak kenaikan BBM, tolak Kapitalisme terutama di sektor pendidikan, menuntut turun Bpk Presiden SBY yang dinilai gagal dan beberapa tuntutan lain.

Setelah berdialog dilapangan aksi selama hampir 30 menit, beberapa perwakilan anggota PMII masuk ke gedung wakil rakyat meminta untuk para anggota DPRD yang diwakili oleh fraksi partai masing-masing menolak naiknya harga BBM dengan membuat surat yang ditetapkan plus ditandatangani oleh para perwakilan fraksi dan wakil ketua DPRD, nantinya selain disimpan sebagai arsip dan surat tanda bukti surat itu akan dilanyangkan langsung ke kantor DPR RI dan Sekneg RI sebagai bentuk penolakan naiknya harga BBM.

Dalam aksi itu sempat diwarnai kericuhan ketika para sahabat-sahabati PMII dan para jajaran kepolisian terlibat aksi saling dorong, hal ini terjadi karena massa dari PMII merasa ada benderanya yang terinjak oleh jajaran kepolisian yang membuat pagar betis setelah keduaanya saling berhadap-hadapan dengan rapat, jajaran kepolisian yang salah sangka mereka  menduka para masa aksi dianggap akan mendorong pagar betis maka para polisi pun melakukan aksi dorong terhadap masa sehingga aksi dorong pun dimulai. Tetapi aksi saling dorong tersebut berlangsung sebentar karena beberapa ketua masa aksi dari PMII menenangkan para anggotanya agar tidak meladeni jajaran kepolisian.

Massa dari PMII akhirnya membubarkan diri dengan tertib sekitar pukul 12.00 dengan surat tuntutan  yang sudah berada di genggaman.

Semoga saja BBM tidak jadi dinaikkan dan aksi dari beberapa sahabat-sahabati PMII tersebut membuahkan hasil dan bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia..

Hidup Mahasiswa!
Hidup Rakyat Indonesia!

wallohulmuafiqilaakwatittariq summasalamualaikum wr. wb
Salam Pergerakan,,!

#uvimedia

Comments

Popular posts from this blog

Pengertian Sistem Politik Komunis(totlitairan)

“Analisa Terhadap Rencana Penyelenggaraan Pemilu Serentak dari Perspektif Politik”

Perjalanan Pelayanan Publik di Daerah Pemekaran Provinsi Papua Barat