SBY Berkunjung ke Jepang Untuk Sampaikan Rasa Solidaritas

Jakarta: Dalam kunjungan kerjanya ke Jepang, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan akan bertemu dengan kaisar Akihito dan Permaisuri Michiko. Sebenarnya, Presiden SBY diundang untuk ke Jepang pada bulan Februari 2011, namun saat itu situasinya belum pas mengingat Jepang baru saja mengalami musibah gempa dan tsunami. 

“Ketika Jepang mengalami musibah luar biasa seperti sekarang ini, maka dalam kapasitas saya sebagai Presiden RI dan Ketua ASEAN, saya memutuskan memenuhi undangan itu, sekaligus berkunjung menyampaikan solidaritas rakyat kita dan bantuan pemerintah serta rakyat Indonesia kepada Jepang yang sedang terkena musibah gempa bumi, tsunami, dan nuklir,” jelas Presiden SBY dalam keterangan persnya sebelum bertolak menuju Jenewa, Swiss, di Ruang VIP Halim Perdanakusuma, Senin (13/6) pagi.

Pada saat Indonesia terkena musibah bencana, Jepang juga memberikan bantuan. “Sebuah persahabatan yang abadi adalah persahabatan yang memberi dan menerima. Ketika senang bersahabat dan ketika susah justru kita meningkatkan persahabatan kita,” ujar Kepala Negara.

Di Jepang, Presiden SBY juga akan bertemu dengan PM Naoto Kan untuk memastikan agar kerja sama bilateral antar dua negara semakin meningkat. Presiden SBY dan delegasi juga direncanakan akan mengunjungi Sendai, daerah yang terkena dampak bencana paling besar, untuk bertemu masyarakat yang terkena musibah bencana. 

“Di sana akan memberikan bantuan. Memberikan surat dari anak-anak Aceh kepada sahabat-sahabatnya anak-anak di Jepang yang terkena musibah bencana. Kita juga akan bertemu putra putri Indonesia dan tenaga kerja kita yang kemarin bekerja melampaui panggilan tugasnya, membantu saudara-saudaranya yang ada di Jepang,” SBY menjelaskan.

“ini contoh hubungan antar bangsa atau people-to-people contact yang bagus,” tandas Presiden SBY.


Comments

Popular posts from this blog

Pengertian Sistem Politik Komunis(totlitairan)

“Analisa Terhadap Rencana Penyelenggaraan Pemilu Serentak dari Perspektif Politik”

Perjalanan Pelayanan Publik di Daerah Pemekaran Provinsi Papua Barat